Sabtu, 14 April 2012

Memberi Makan Kucing

Jenis Makanan & Cara Memberi Makan

Kucing sedang makan.
Terdapat dua macam cara/metode memberi makan kucing, yaitu :


1. Makanan selalu tersedia di piring/tempat makan kucing.
Jadi pada saat kucing ingin makan, makanan telah tersedia di tempatnya. Cara ini baik untuk kucing kecil (kitten) atau kucing yang masih dalam masa pertumbuhan. Hati-hati karena ada kecenderungan terjadinya kegemukan/obesitas/overweight.

2. Pemberian makanan dilakukan 2 atau 3 kali sehari.
Pada umumnya makanan diberikan pada pagi dan sore. Cara ini baik untuk kucing dewasa yang pola makannya sudah teratur. Perlu diperhatikan jumlah makanan yang diberikan, karena harus sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Catatan Penting :
Khusus untuk air minum kucing harus selalu tersedia setiap saat.

Kebutuhan nutrisi kucing

Diet kucing bersifat unik dan berbeda dengan anjing (jangan memberi makan kucing dengan makanan untuk anjing/dogfood).
Pastikan makanan yang anda berikan untuk kucing mengandung jumlah vitamin dan nutrisi yang cukup. Jangan terpengaruh dengan harga yang murah, karena murah belum berarti baik. Biasakan meneliti kandungan makanan, biasanya tercetak pada kemasan.

Berikut ini beberapa acuan nutrisi yang diperlukan kucing :

  • Kandungan protein tinggi, minimal 25 %. Semakin tinggi kandungannya biasanya lebih baik.
  • Rendah lemak, efisiensi pencernaan lemak pada kucing sangat rendah.
  • pH rendah (derajat asam tinggi).
  • Magnesium rendah. Kandungan magnesium tinggi dapat menyebabkan gangguan pada saluran kencing.
  • Taurin.
  • Asam arakidonat (arachidonic acid).
  • Vitamin & mineral ( Vit A, B12, Niacin, Thiamin).

Jenis Makanan
Terdapat 2 jenis makanan, yaitu basah dan kering, sebagai berikut.
1. Makanan kering (dry food)
Makanan kering biasanya baik bagi kucing. Pemberian makanan kering baik untuk kesehatan gigi, lebih tahan lama dan umumnya lebih bergizi karena mengandung banyak bahan gizi tambahan.

2. Makanan basah (kalengan/wet food)
Makanan basah/kalengan kurang baik diberikan untuk jangka panjang. Makanan ini biasanya lebih berupa junk food bagi kucing. Selain kurang baik bagi kesehatan gigi, karena sering menyebabkan timbulnya plak dan karang gigi dan kandungan nutrisi yang kurang lengkap. Kucing yang biasa diberi makanan basah biasanya agak susah berganti makanan terutama ke jenis makanan kering.

Kebutuhan Makanan Berdasarkan Umur & Kondisi
Yang perlu diperhatikan dalam memberi makanan kucing adalah usia kucing dan bagaimana kondisinya. Berikut ini diuraikan secara singkat.
 

 1. Anak kucing umur < 1 tahun (kitten).
Anak kucing dapat mulai diberi makanan pada umur 3-4 minggu. Makanan yang diberikan biasanya direndam air hangat secukupnya, dihancurkan dan dihaluskan. Untuk pertama kali anak kucing masih perlu diajari, disuapi dengan pipet atau oleskan sebagian kecil makanan pada mulut, kemudian dekatkan piring makanan untuk melihat apakah sudah mau makan sendiri. Berikan makanan khusus untuk anak kucing (kitten) karena biasanya kandungan protein lebih tinggi dan banyak mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan.
Sampai dengan umur 2-3 bulan jumlah/proporsi air dalam makanan bisa dikurangi secara bertahap hingga kucing bisa makan, makanan kering sepenuhnya.

2. Kucing dewasa > 1 tahun (adult)
Kucing dewasa dengan berat sekitar 4-5 kg setidaknya membutuhkan energi dari makanan sebesar 300 kalori. Berikan makanan dengan nutrisi cukup dan seimbang, biasanya terdapat tulisan Complete atau Balanced pada kemasan makanan. Usahakan kucing tidak fanatik/diberi makanan dengan merek yang sama terus menerus. Sekali-sekali perlu pergantian merek makanan agar pencernaannya terlatih terhadap berbagai jenis makanan. Perhatikan juga pH dan kandungan mineral makananagar terhindar dari gangguan saluran kencing.

3. Kucing bunting/hamil & menyusui
Pada saat bunting dan menyusui, induk kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein tinggi. Pada saat bunting biasanya diberikan makanan untuk kitten karena kandungan proteinnya lebih tinggi. Suplemen kalsium dapat diberikan pada induk yang menyusui anaknya.

Jumlah/Bobot/Banyaknya Makanan
Kucing dewasa dengan berat sekitar 5 kg memerlukan energi makanan sekitar 300 kalori.
Perhatikan kandungan kalori pada kemasan makanan, tentukan jumlah makanan agar mencukupi kebutuhan kalori selama satu hari, kemudian bagi jumlah tersebut sesuai dengan frekuensi pemberian makan (2 atau 3 kali sehari).

Sebagai patokan lain yang dapat digunakan, dihitung dari berat kucing.
Biasanya setiap hari kucing makan sekitar 2% dari berat badannya. Jadi bila berat kucing 5 kg, makanan yang diperlukan sekitar 2% x 5 kg = 100 gr, berarti sekitar 100 gr/hari.


Panduan Mengganti Makanan Kucing
Pernahkah kucing anda mencret setelah pergantian jenis/merek makanan ? tentunya anda langsung menghakimi merek makanan tersebut kurang bagus, padahal harganya lebih mahal. Walaupun harga mahal tidak selalu berarti kualitas yang lebih baik, sebagian besar makanan berkualitas baik memang selalu lebih mahal.

Lalu, kenapa bisa mencret ? padahal makanan yang diberikan, berkualitas lebih baik daripada yang sebelumnya.

Mengganti makanan kucing sebaiknya tidak langsung diganti secara keseluruhan, namun secara bartahap.

Di usus terdapat berbagai macam bakteri yang tidak berbahaya dan berfungsi membantu mencerna makanan agar dapat diserap dan dimanfaatkan kucing. Bakteri-bakteri ini secara alamiah memang ada di usus dan sering disebut Flora usus.

Setiap jenis/merek makanan kucing mempunyai komposisi nutrisi dan bahan utama yang berbeda. Perkembangan flora usus juga sesuai dengan bahan-bahan yang terdapat pada makanan. Beberapa jenis flora berkembang lebih banyak dan lebih efektif dalam mencerna nutrisi yang berasal dari jagung. Beberapa flora lain juga berkembang secara spesifik untuk mencerna protein yang berasal dari ayam. Semakin beragam komposisi makanan, semakin beragam juga jenis flora usus.

Bila kucing diberi satu jenis makanan dalam jangka waktu lama, flora yang berkembang di usus juga menyesuaikan diri untuk mencerna makanan tersebut. Ketika terjadi pergantian makanan secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, flora usus tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan makanan yang baru dengan cepat. Akibatnya sebagain besar makanan tidak tercerna dan terjadilah mencret atau diare.

Di bawah ini adalah panduan mengganti makanan kucing, agar kucing terhindar dari gangguan pencernaan seperti diare.
Hari ke 1 & 2
30 % makanan baru dicampur merata dengan 70 % makanan lama
Hari ke 3 & 4
50 % makanan baru dicampur merata dengan 50 % makanan lama
Hari ke 5 & 6
70 % makanan baru dicampur merata dengan 30 % makanan lama
Hari ke 7
100 % makanan baru

Panduan di atas bukanlah patokan mutlak. Pergantian makanan bisa dipercepat bila Konsistensi feces tidak berubah/tidak mencret.

Kucing yang terbiasa dengan makanan yang bervariasi biasanya tidak bermasalah dengan perubahan makanan secara tiba-tiba.

Pada beberapa kucing dengan saluran pencernaan yang sensitif, pergantian makanan dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Proporsi makanan baru pun bisa dinaikan sedikit demi sedikit agar flora usus kucing dapat menyesuaikan dengan makanan baru.

Rumput Hijau Baik untuk Pencernaan Kucing
Kucing makan rumput hijau.
Rada aneh juga kenapa rumput yang hijau untuk kucing. Mungkin ini salah satu kebiasaan kucing yang banyak sekali tidak di ketahui oleh pemilik nya.

Rumput yang masih segar dan berdaun hijau sangatlah berguna untuk pencernaan kucing.
Kucing wajib untuk mengkonsumsi rumput minimal sebulan sekali.

Kucing juga butuh sayuran yang hijau dan segar untuk pencernaannya. Rumput yang di sukai oleh si kucing tidaklah susah dicari, anda bisa memetiknya di halaman rumah anda atau di tempat-tempat yang di tumbuhi rerumputan liar. Atau kalau anda bingung harus pilih rumput yang jenis apa yang di sukai kucing kesayangan anda, anda bawa saja kucing anda ke halaman yang banyak di tumbuhi rumput dan lepaskan kucing anda disana, biarkan kucing anda mencari sendiri rumput mana yang disukainya.

Kucing tidak memerlukan banyak makan rumput, kucing hanya butuh secukupnya saja.

Rumput yang di makan oleh kucing berguna untuk membantu proses pencernaannya, terutama untuk membantu kucing mengeluarkan bulu-bulu yang tertelan saat kucing menjilati bulu-bulunya. Bulu yang pernah tertelan setiap hari akan menggumpal dalam pencernananya si kucing. Fungsi rumput itu untuk membantu kucing mengeluarkan gumpalan bulu-bulu tersebut atau biasa di sebut Hairboll.

Oleh karena itu bila gumpalan bulu-bulu yang ada dalam pencernaannya tidak dikeluarkan akan mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan kucing anda. Akibat dari hairboll banyak sekali, antara lain yaitu nafsu makan kucing akan berkurang, kucing susah utuk pup, menyebabkan batuk2 pada kucing dan lemas.

Kalau di daerah tempat tinggal anda tidak ada rumput, anda bisa mendapatkannya dari petshop2 di kota anda. Biasanya petshop2 juga menyediakan rumput keringa atau makanan yang mengandung rumput yang tentunya sangat baik untuk si kucing.

Setelah anda membaca ini, semoga anda akan lebih tahu bagaimana menjaga dan merawat si kucing. Jangan biarkan hal yang kelihatan sepele jadi masalah bagi kesehatan kucing kesayangan anda. Semoga bermanfaat.

Bahaya Kucing Tidak Mau Makan
Manusia dan hewan umumnya dapat bertahan hidup selama beberapa hari tanpa makanan. Kebutuhan energi untuk berbagai reaksi kimia dalam tubuh biasanya didapat dengan cara membakar cadangan lemak tubuh.

Berbeda dengan kucing, proses pemecahan lemak menjadi energi pada tubuh kucing sangat tidak efisien. Secara alami bila kucing tidak makan selama 1 hari atau lebih akan terjadi penumpukan berbagai sisa reaksi tubuh akibat pembakaran lemak yang tidak efisien.

Berbagai sisa reaksi pemecahan lemak pada tubuh kucing menyebabkan kerusakan hati yang biasanya disebut hepatik lipidosis. Hepatik lipidosis adalah berubahnya jaringan organ hati menjadi sebuah jaringan baru yang menyerupai jaringan lemak. Akibatnya, hati tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya dapat meningkatkan resiko atau menyebabkan kematian kucing.

Proses hepatik lipidosis ini bahkan sudah mulai terjadi satu hari setelah kucing tidak mendapatkan kebutuhan kalori harian dari makanan. Proses kerusakan hati bisa dihentikan dan jaringan hati yang sudah menjadi jaringan lemak dapat kembali normal bila kucing mendapatkan jumlah kalori dan nutrisi yang cukup dari makanan.

Jadi jangan sampai kucing kesayangan anda seharian tidak makan. Segera ganti makanan atau berikan makanan lain yang lebih merangsang nafsu makan. Bila masih belum mau makan juga, suapi dan segera konsultasikan dengan dokter hewan terdekat.

Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan
Berbeda dengan anjing atau hewan lain, sangat berbahaya bagi kucing bila tidak makan satu hari saja. Pada hewan yang tidak makan, energi untuk berbagai proses fisiologi tubuh tetap tersedia dari pembakaran lemak yang disimpan di jaringan tubuh.

Tetapi proses pembakaran lemak menjadi energi pada tubuh kucing sangat tidak efisien. Pada saat pembakaran lemak tersebut, ada semacam perubahan metabolisme pada kucing yang menyebabkan kerusakan jaringan organ hati yang disebut hepatik lipidosis.
 
Kucing dan makanannya.

Banyak sekali penyebab kucing tidak mau makan. Paling sederhana bisa saja karena kucing sedang bosan dengan makanan yang biasa diberikan. Penyebab lain yang lebih parah dan ditakuti yaitu sakit. Nafsu makan pada kucing sakit akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Tindakan yang terbaik bila kucing tidak mau makan, segera temui dokter hewan dan konsultasikan masalah kucing anda.

Untuk sementara beberapa tindakan sederhana berikut dapat dilakukan untuk mengatasi nafsu makan yang hilang, tetapi bila terus berlanjut segera bawa kucing anda ke dokter hewan.

Pancing nafsu makannya
Kadang-kadang kucing agak sedikit malas-malasan dan manja. Coba sodorkan makanan (piring makanan) ke depan hidungnya atau masukkan sedikit makanan ke dalam mulutnya dan lihat apakah nafsu makannya terbangkitkan. Cara ini bisa dicoba beberapa kali, bila tidak berhasil juga gunakan cara berikutnya.

Campur atau ganti makanan
Seperti manusia, kucing pun bisa bosan terhadap makanan yang sama setiap hari. Beberapa makanan kucing komersial yang kering (berbentuk biskuit kecil) memang kurang memiliki bau dan rasa yang membangkitkan selera. Hal ini bisa dicoba diatasi dengan memberikan makanan basah atau makanan kalengan yang memang memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat. Bila kucing mau makan makanan basah tersebut, coba campurkan makanan kering dengan makanan basah. Makanan kalengan (basah) sebaiknya tidak diberikan setiap hari untuk jangka panjang karena selain nutrisinya tidak mencukupi juga dapat mempercepat pembentukan plak atau karang gigi.

Berbagai produk makanan kalengan untuk kucing banyak tersedia di pasaran/petshop, dari yang murah hingga yang mahal. Perhatikan pula kandungan dari tiap merek makanan. Makanan yang sering dijumpai seperti whiskas & friskies biasanya cukup untuk merangsang nafsu makan. Bila ingin lebih baik dapat diberikan makanan khusus Science Diet (Science Diet Prescription a/d). Selain rasa dan aroma yang lebih merangsang, nutrisi Science Diet juga lebih baik dan lebih lengkap. Perlu diingat makanan khusus Science Diet hanya untuk diberikan sekali-sekali, bukan untuk makanan setiap hari.

Suapi kucing
Menyuapi kucing bisa dengan tangan, sendok kecil atau lebih mudah menggunakan syringe (spoit/suntikan) tanpa jarum. Makanan yang diberikan adalah makanan basah.
Makanan basah ini dapat berupa :
  • Makanan kalengan.
  • Makanan kering yang direndam air hangat dahulu, kemudian setelah lunak dihancurkan dengan sendok atau blender.
  • Campuran makanan kalengan dengan makanan kering yang sudah dihancurkan.

Suapi kucing sambil sesekali sodorkan makanan pada piring/tempat makannya untuk melihat apakah kucing sudah mau makan sendiri.

Hati-hati bila menyuapi dengan menggunakan syringe. Pegang kepala atau telinga kucing, masukkan syringe berisi makanan cair dari samping (ujung samping mulut), tekan syringe pelan-pelan agar kucing bisa mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Syringe berisi makanan jangan disemprotkan kedalam mulut kucing karena bisa menyebabkan kucing tersedak makanan.

Beri vitamin & perangsang nafsu makan
Beberapa suplemen atau vitamin dapat diberikan sebagai perangsang nafsu makan. Vitamin yang paling sederhana dan mudah di dapat biasanya vitamin B kompleks. Vitamin ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau sirup.

Suplemen lain yang dapat diberikan adalah asam amino lisin (Lysine). Selain dapat merangsang nafsu makan, lisin juga dapat mengganggu replikasi/perkembangan virus herpes penyebab penyakit Feline Rhinotracheitis (Flu Kucing).

Carilah suplemen dan vitamin ini di apotik terdekat. Biasanya lisin dan B kompleks banyak tersedia sebagai suplemen untuk anak-anak, seperti Biolysin Syrup, Lysmin (mengandung lisin & B kompleks), Becombion syrup (B kompleks). Biasakan memberi vitamin bersamaan atau beberapa menit setelah makan. Apalagi pada kucing yang tidak makan seharian, pemberian suplemen yang tidak didahului pemberian makanan dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan muntah. Konsultasikan cara pemberian dan dosis suplemen ini dengan dokter hewan langganan anda.

Pemberian suplemen seperti lisin dan B kompleks baru akan berpengaruh meningkatkan nafsu makan beberapa hari setelah diberikan terus menerus setiap hari. Bila ingin yang berpengaruh lebih cepat (instan), hubungi dokter hewan langganan anda dan mintalah obat perangsang nafsu makan (appetite stimulant) seperti diazepam (valium dosis 0.05-0.2 mg/kg IV sid-qod atau 0.5 - 1 mg PO sid).

Diazepam adalah obat keras yang dapat mempengaruhi pusat rasa lapar di otak. Reaksi obat ini cukup cepat sekitar 10-15 menit setelah diberikan secara oral. Oleh karena itu segera sediakan makanan di dekat kucing agar ia dapat segera makan begitu obat bereaksi. Karena adanya efek ketagihan (adiktif) sebaiknya diazepam tidak diberikan lebih dari 2 kali berturut-turut.

Tube feeding
Tube feeding adalah pemberian makan langsung ke dalam perut melalui selang. Biasanya dilakukan oleh dokter hewan pada hewan yang sakit yang tidak dapat mengunyah dan menelan makanan sedikit pun. Tube feeding ini juga sering dilakukan pada anak kucing yang tidak disusui induknya dan tidak dapat menyedot susu dari dot.

Referensi :
Rhea V. Morgan, DVM. AAHA American Animal Hospital Association. Formulary Third edition. 1988.

Bawang Beracun bagi Kucing
Hati-hati memberikan makanan yang mengandung bawang pada kucing anda. Karena bawang dapat menyebabkan anemia yang parah pada kucing. Kandungan bahan kimia tertentu yang terdapat pada bawang dapat menyebabkan kelainan sel darah merah yang disebut "Heinz body". Kelainan ini dapat dilihat dengan mikroskop.

Sebagian dari kita mungkin pernah memberikan makanan/bubur untuk bayi dengan tujuan meningkatkan nafsu makan kucing. Sayangnya beberapa makanan bayi mengandung tepung bawang. Beberapa kucing mengalami "anemia Heinz Body" yang sangat parah.

Bawang Putih vs Bawang Merah
Lalu bagaimana dengan bawang putih ? bawang putih juga mengandung zat kimia yang sama dengan bawang merah, yang dapat menyebabkan anemia. Pada bawang putih jumlahnya lebih sedikit dari bawang merah.

Bawang putih sering digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada manusia dan anjing. Efek bawang putih dan dosis yang tepat untuk meningkatkan kekebalan pada kucing belum diketahui dengan pasti. Jadi hati-hati memberikan kucing makanan atau obat-obatan herbal yang mengandung bawang putih atau bawang merah.

1 komentar:

siti aisyah mengatakan...

Aduh si meong aku susahmakan dry food aku kasih yg whiskas salmon pocket, sebenernya sih masih coba2 tapi dia lebih suka wet food nya, jadi terpaksa aku campur si dryfood dg wet nya!
kira2 biar dia mau makan dry food nya itu gimana ya? apa RC dryfood lebih bagus & bisa membangkitnkan selera makan si kucing??

please info!